ILMIAH KARYA

Ukiran Tangan Menari di Atas Kertas Kehidupan

Oleh: Sevie Safitri Rosalina

Kehidupan penuh rasa, dengan setiap warna menentukan titik jalan kita menuju masa depan yang cemerlang. Dunia sungguh luas, namun sebenarnya dunia telah ada di genggaman kita saat ini. Dimensi kita telah beralih ke dimensi lain yang membutakan kita akan dunia nyata di depan mata. Dunia telah tergeser oleh zaman baru yang dihubungkan oleh sebuah jaringan yang sangat besar. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) telah berkembang sangat pesat hingga saat ini dan akan terus berkembang menjadi lebih canggih lagi di masa yang akan dating. Telah banyak penemuan-penemuan canggih dan kekinian yang dapat memudahkan pekerjaan dengan hanya satu ketukan jari saja. Tidak heran jika informasi yang baru saja disebar dapat langsung diketahui oleh sekian juta manusia di dunia. Beragam media sosial yang merupakan salah satu dari penemuan tersebut telah digunakan oleh berbagai kalangan, mulai kaum muda bahkan kaum tua. Berbagai media sosial seperti BBM, Line, Facebook, WhatsApp, Instagram, Blog, dan yang lainnya itu telah dirintis untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja dengan hanya melalui genggaman tangan dan bisa langsung kita suguhkan di mata dunia. Berbagi pengetahuan, ilmu, pengalaman, kesan maupun pesan yang ingin disampaikan juga dapat dengan mudah kita tunjukkan kepada dunia.

Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa, awal dari kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian, dan ujungnya adalah kefanaan. Dari pernyataan tersebut kita bisa memahami bahwa kehidupan sesungguhnya penuh lika-liku dengan tanjakan terjal yang seharusnya perlu kita warnai dengan sejuta harapan; Agar dunia lebih indah dan berwarna; Agar tanjakan tersebut menjadi terasa lebih ringan dilalui. Allah SWT. Juga berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiyaa’ ayat 35, artunya: Dan carilah pada apa yang telah di anugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan.

Sejatinya hidup dimulai dengan huruf B (Birth) dan berakhir pada huruf D (Dead), ditengah keduanya ada huruf C (Choice), yang berarti hidup itu penuh dengan pilihan. Ketika kita hidup kita harus bisa mengartikan makna dalam setiap detik berharga yang kita lalui untuk diri sendiri dan orang lain. Manusia perlu menumbuhkan kesadarannya untuk menjadi pribadi berharga yang bisa menafsirkan detik-detik kehidupan dengan setiap kata pengubah masa.

Setiap kata yang kita torehkan dalam bentuk tulisan mungkin dapat memotivasi seseorang yang membacanya tersihir dengan kekuatan tulisan kita. Butuh sebuah inovasi dan kreativitas untuk mewujudkan “sihir” tersebut, menjadikan kita berguna bagi orang lain. Seorang manusia menjadi berharga apabila dirinya hidup untuk membantu orang lain bahagia. Manusia harus memiliki kepribadian yang kuat, karakter yang luhur serbaguna.

Mengubah dunia tidak hanya saat kita turun kejalan menghadapi setiap tantangan dengan membawa keberanian satu gempalan tangan. Tetapi, menulis juga bisa melawan dunia yang kejam dengan setiap ukiran tangan berharga pembawa kebaikan yang menyeimbangkan kehidupan.

Kita bukanlah malaikat dengan segala kemuliaannya, kita bukanlah nabi dengan segala mukjizatnya, kita hanya generasi muda yang ingin mencoba menunjukkan kepada dunia bahwa kita bias belajar dari semua sudut di negeri ini. Generasi muda yang hanya bisa berbagi secuil harapan masa depan, bahwa masih ada kesempatan yang akan datang kepada kita semua jika kita mau berusaha. Kita menuliskan apa yang kita rasakan. Kita masih memiliki sebuah harapan, masa depan bangsa yang indah; Yang tak pernah terlirik karena berada jauh di sana; Yang tak pernah terlirik karena semuanya hanya sibuk dengan dirinya sendiri.

Ada sebuah kutipan yang bisa kita ambil hikmahnya “SPERO-SPERA” If you have a power to breath, you can also have a dream. Jika kamu bernafas, kamu bisa berminpi. Dengan arti yang sederhana, karena kita masih hidup dan kita dapat bermimpi. Hidup dan harapan adalah dua hal yang saling bergantung satu sama lain. Selama kita masih hidup dan bernafas maka kita masih bisa berharap dan bisa menggapai harapan itu. karena harapan adalah mimpi yang tak pernah tidur.

Sastrawan “Pramoedya Ananta Toer” mengatakan bahwa “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. “Karena kamu menulis, suaramu tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”. Maka dari itu menulislah, karena tanpa menulis kamu akan hilang dari pusaran sejarah.

Tulisan yang disuguhkan seseorang bisa menjadi sebuah vektor kehidupan seseorang. Karena seseorang yang membaca sebuah tulisan akan menemukan sebuah arah, menjadi terarah, mengambil hikmah dari setiap nilai-nilai yang dibaca dan menjadi referensi hidup untuk melangkah maju menuju dunia yang diinginkannya. Sederhananya, ukiran tangan yang tertorehkan dalam sebuah tulisan, dapat menjadi seagai referensi kehidupan. Kita tidak bias menutup mata bahwa masih banyak hal positif yang harus kita kembangkan untuk menumbangkan ketidakadilan dan kesenjangan yang merajai negeri tercinta. Salah satunya melalui tulisan. Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk terus menggapai cita-cita kita. Tidak ada keterbatasan untuk menulis jika kita mau.

Kita belum dikatakan mengenal dunia jika kita belum membaca dan kita tidak akan dikenal dunia jika kita belum menulis hingga detik ini. Menulis pun harus diawali dengan membaca. Karena membaca merupakan salah satu kunci untuk bisa membuka jendela baru, agar bisa menempuh jalan panjang menerobos kulit dunia menjadi seorang yang berpengetahuan. Langkah maju menuju sebuah keberhasilan dimulai dengan membaca informasi yang berasal dari sumber manapun entah dari artikel di internet, cerpen, novel dan lainnya.

Dengan membaca kita bisa terinspirasi dan dengan menulis kita bias menginspirasi banyak orang atau bahkan merubah hidupnya. Pada era globalisasi saat ini, setiap tulisan seseorang akan mudah mempengaruhi orang lain melalui dunia kedua yaitu dunia maya. Menulis itu penting, penting untuk menyebarkan kebaikan, nilai-nilai kehidupan dan melawan isu-isu hoax. Menulis juga termasuk berdakwah melalui ukiran tangan, memberi tahu yang haq dan batil. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an: Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)Nya. (QS. 99:7). Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. 42 : 23).

Menulis bukanlah hal yang sia–sia, karena terdapat mutiara hikmah dan manfaat yang bisa kita dapatkan. Berdasarkan Jurnal Advances in Psychiatric Treatment tahun 2005, ternyata menulis sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa yang selanjutnya berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang. Menulis terbukti mampu memperbaiki suasana hati, menjaga kewarasan, menurunkan tingkat stres dan gejala depresi, juga mampu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kerja paru-paru dan liver, serta mengurangi lamanya masa inap bagi pasien rawat inap.

Sebagai manusia muslim yang berintelektual, kita harus percaya bahwa selalu ada jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang perlu penerangan yang selama ini berada di bawah kegelapan dunia. Jalan tersebut dapat melalui ukiran-ukiran tangan di atas kertas kehidupan. Ukiran tangan yang memanfaatkan kemajuan Iptek. Ukiran tangan yang dapat mewarnai segala bentuk lika-liku kehidupan. Ukiran tangan yang dapat menentukan arah dan pilihan. Ukiran tangan yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan, meluruskan keburukan. Serta, ukiran tangan yang mampu menjadi manfaat untuk kita semua.

Share it
HMPS Vektor Tadris IPA IAIN Jember
Berdiri : 05 Mei 2017 HMPS Tadris IPA IAIN JEMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *