ILMIAH KARYA

Definisi Bersujud dalam Dunia Astronomi

Oleh : Muhammad Anizar Bayhaqi

Jika kita perhatikan dalam satu tahun perjalanan sebuah tongkat yang ditancapkan di bumi, kita dapat saksikan bahwa bayangan itu berputar mengelilingi tongkat itu.

يَتَفَيَّؤُاْ ظِلَلُهُ عَنِ اْليَمِيْنِ وَاْالشَمَآءِلِ سُجّدًا لِّلَّهِ وَهُمْ دَخِرُونَ

“Bergeser bayangannya dari kanan dan kiri, bersujud kepada Allah dan mereka patuh.” (16:48)

Dari sini diketahui bahwa “bersujud” itu adalah “berputar” untuk benda-benda angkasa, sehingga Nabi Yusuf as melihat bulan bersujud kepadanya adalah melihat bulan berputar kepadanya, sehingga terjadi transformasi dari sujud ke berputar.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَآءَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَجِدِيْنَ

ketika yusuf berkata kepada bapaknya: “hai bapakku sesungguhnya aku melihat sebelas benda angkasa dan matahari dan bulan, aku lihat mereka bersujud kepadaku”. (12:4)

 Bumi shalat = Bumi Berputar

Apa yang dapat kita katakan dengan semua itu?  Yang jelas kita dapat menurunkan sebuah definisi yaitu “ bumi berputar pada porosnya adalah bumi sholat”. Phenomena bumi sholat ini penting bagi penjelajah ruang angkasa untuk mengetahui apakah suatu planet masih hidup atau sudah mati. (Fahmi Basya, 2012: 211)

Ketika kita telah melakukan 1 raka’at dalam shalat, sesungguhnya sudah melakukan satu putaran yang terdiri atas 1 kali ruku’ dan 2 kali sujud. Saat ruku’ membentuk 900 dari posisi berdiri tegak. Sedangkan pada sujud membentuk sudut 900 + 450 = 1350 dari posisi tegak, sehingga 1 ruku’ ditambah 2 sujud adalah 900 + 1350 + 1350 = 3600 atau dapat disebut 1 lingkaran penuh.

Totalitas putaran 360° di peroleh dari

1) Gerakan berdiri adalah 00  karena pada saat itu seseorang berada pada posisi vertikal atau tegak lurus dengan langit atau dalam matematika disebut dengan sumbu Y.

2) Pada posisi ruku’ (jongkok), seseorang berada pada posisi 900 dari sumbu vertikal.

3) Sedangkan pada posisi i’tidal (posisi tegak lurus setelah ruku’) seseorang kembali berada pada posisi 00 seperti pada posisi berdiri di awal shalat.

4) Pada posisi sujud seseorang akan membentuk sudut 1350 dari sumbu vertikal Gerakan sujud ini terjadi sebanyak dua kali dalam satu rakaat shalat, sehingga menghasilkan dua kali sudut 1350. Sedangkan pada posisi duduk, maka seseorang kembali membentuk sudut 00.

Dari keseluruhan gerakan dalam satu rakaat, diperoleh hasil = 90° + 135° + 135° = 360° (derajat). Sudut 360° adalah sudut satu lingkaran penuh dalam matematika. Sedangkan perputaran bumi atau bumi berotasi juga pada 360°. Dengan demikian, antara gerakan satu rakaat shalat terdapat sinkronisasi dengan perputaran bumi. Jadi, dapat dikatakan perputaran bumi sama dengan gerakan satu rakaat dalam shalat.

 Tetapi ada shalat yang satu raka’atnya terdiri atas 2 ruku’ dan 2 sujud yaitu shalat gerhana,

وصلى اربع ركعت فى ركعتين واربع سجداتٍ

“Dan shalat empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua rakaat (shahih Muslim no 857)”

Perputaran dalam Shalat Gerhana yang terjadi atas 2 raka’at dengan 4 ruku’ dan 4 sujud dihitung sebagai berikut:
Raka’at 1 = 3600 + 900 (karena 2 kali ruku’)
………… = 00 + 900 = 900
Raka’at 2 = 360o + 90o (karena 2 kali ruku’)
………… = 00 + 900 = 900 +
………… = 1800 = Garis lurus
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa dalam Shalat Gerhana berarti membentuk sudut 1800 atau garis lurus. Hal ini sama dengan posisi matahari, bumi dan bulan saat terjadi gerhana, yaitu membentuk 1 garis lurus.

Ratusan tahun kemudian, barulah manusia membuktikan adanya hubungan gerhana dan garis lurus, yaitu posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus, yaitu 180°. Padahal Sebelum para ahli menemukan teori tentang gerhana, Nabi Muhammad saw sudah mendefinisikan hal tersebut dalam shalat gerhana, itulah keistimewaan dari shalat..

Dua kali ruku’ = 2 kali 90 derajat = 180 derajat = garis lurus

Akibatnya kita dapat mengetahui bahwa planet yang sudah mati tidak berputar,
itulah sebabnya dalam shalat mayat tidak ada ruku’ dan sujud sebagai simbol dari tidak adanya  putaran. Karena orang yang meninggal dunia tidak akan mengalami atau merasakan perputaran bumi. Sehingga dalam shalat jenazah tidak ada ruku dan sujud, hanya berdiri saja, yaitu pada posisi 0°, karena kehidupannya sudah statis atau tidak bergerak lagi.

 

Share it
HMPS Vektor Tadris IPA IAIN Jember
Berdiri : 05 Mei 2017 HMPS Tadris IPA IAIN JEMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *